Friday, 7 October 2011


VC serba Thailand ala UNGU




SCTV FTV award (VIVAnews/Muhamad Solihin)

VIVAnews - Menjadi kebanggaan tersendiri bagi grup band Ungu bisa menggarap video klip terbarunya di luar negeri. Baru-baru ini, grup band yang digawangi Pasha, Enda, Roman , Oncy dan Makky, berhasil merampungkan video klip lagu terbarunya, “Dia dan Diriku” di Bangkok, Thailand.

"Ini sebagai hadiah spesial tahun ini buat Ungu, bisa bikin video klip di Thailand,” kata Pasha saat ditemui di Studio RCTI, Kebon Jeruk , Jakarta, Selasa 13 September 2011.

Dalam waktu dekat ini, video klip terbaru yang berasal dari single kelima Ungu dari album bertajuk “1.000 Kisah Satu Hati” ini akan tayang di televisi. Saat tampil di Studio Dahsyat RCTI, grup band yang telah menyandang status sebagai grup band papan atas ini, mempromosikan video klip terbarunya itu.
Bagi Ungu, Thailand adalah tempat yang bagus untuk syuting sebuah video klip. Bahkan mereka  memercayakan sutradara asal Thailand, Bujong Sangwisutsai untuk penyelesaian proyek musiknya tersebut. Kebanyakan model video klip juga berasal dari Bangkok.

“Ya nggak salah juga kita di  Thailand. Bukannya kita meragukan skill anak negeri, dari 30 klip sudah digarap di  Indonesia, sempat di Australia juga. Kalau dari segi gambar masterpiece, saya akui dari semua video klip, ini yang terbaik, editing baik, potongan potongan bagus,” kata Pasha lagi.

Menurut Pasha, Ungu sempat berada di Thailand selama sepekan saat penggarapan video klip tersebut. Beberapa kesulitan yang dihadapinya selama berada di Thailand, termasuk kesulitan melakukan komunikasi dengan sang sutradara dan juga para model yang tidak mampu berbahasa Inggris. Meski demikian, proses pembuatan video klip berjalan sukses dan lancar.

“Di sana, komunikasi dan  bahasanya sutradara yang sulit, ya seperti  modelnya, nggak bisa bahasa Inggris. Dis ana  seminggu, syuting nya dua tiga hari, konsepnya sesuai ceritanya, dua perempuan yang rebutkan Pasha.”

Lagu 'Dia atau Diriku' ini diciptakan Enda, gitaris Ungu. Lagu ini menceritakan tentang seseorang yang memiliki dilema soal hubungan cintanya. Dan sama dengan liriknya, video klip ini juga menceritakan tentang sebuah hubungan yang bimbang. Dalam  video klip tersebut, Pasha menjadi bintang utamanya. Dia mengalami kebimbangan di antara dua pilihan. (umi)
• VIVAnews


Enda Ungu Hobi Merayu Istri




Selalu ada cara bagi gitaris band Ungu, Enda untuk mempertahankan rumah tangga yang harmonis. Walau sudah menjalani selama lima tahun, namun ia mengaku kalau hubungan dengan sang istri, Eka Wilestari, layaknya sepasang remaja yang sedang berpacaran. “Walau sudah menikah, kita bikin hubungan suami istri kayak masiih pacaran, biar selalu romantis dan harmonis,” papar Enda kemarin disela-sela pembuatan video klip UNgu di Kota Niaga.
Tidak hanya mempertahankan keharmonisan dalam berumah tangga, ternyata Enda juga melakukan persis seperti yang dia alami bersama sang istri dimasa-masa pacaran.
“Kalau ada waktu libur, manfaatin buat keluarga. Selalu ada cinta setiap hari dan sering banget ngerayu dia supaya senang.” Dengan hal tersebut, Enda terbukti mampu membuat keluarga hangat dalam balutan cinta dan kasih sayang.
Sayang, kini Enda tak lagi bisa merayu sang istri detiap saat. Ditengah kesibukan bersama Ungu, waktunya pun semakin berkurang di rumah. Namun tetap saja hal tersebut tidak mempengatuhi kisah rumah tangga Enda. “Namanya juga pekerja hiburan, jadi jarang ketemu istri. Untungnya dia sudah kebal kalau ada apa-apa. Jadinya gue nggak khawatir,” terangnya.


Pesan Mbah Maridjan Untuk Enda Ungu



Enda Ungu merupakan salah satu artis yang pernah berkomunikasi langsung dengan almarhum Mbah Maridjan di rumahnya, di lereng Gunung Merapi. Kekagumannya pun keluar dari kesederhanaan dan keteguhan sikap penjaga gunung yang baru saja mengeluarkan asap panas itu.
“Dua tahun lalu ketemu Mbah Maridjan, saya dapat wejangan berharga dari beliau,” ungkap Enda di acara Mega Konser satu Cinta Indonesia di MGK Kemayoran Jakarta Pusat, Rabu (27/10).
“Saya dapat pesan kalau hidup dijalankan dengan simple saja, tidak usah muluk-muluk. Saya sangat senang waktu itu berdua dengan Mbah Maridjan, di padepokannya, dengan minum teh berdua dengan dia. Padepokannya memang dekat sekali dengan Merapi ya,” sambungnya mengenang.
Enda saat itu merasa mendapatkan pelajaran berharga dari bintang iklan minuman berenergi yang terkenal dengan slogan ‘roso-roso’ itu. Dia merasakan menemukan kenyamanan dengan pesan hidupnya yang sederhana.
“Mbah Maridjan mengajarkan saya hidup yang simple, tidak boleh banyak rencana. Saya inget banget dia bilang jalani hidup dengan apa adanya jangan banyak neko-neko, lu harus jalani hidup dengan ikhlas. Dia sosok yang dihormati,” tegasnya.


JADWAL UNGU BULAN OKTOBER 2011



Friday, 30 September 2011


Enda ‘Ungu’ Sembuh Dari Kecanduan Berkat Air Wudhu



Filed under: Enda
Kapanlagi.com - Manusia tidak ada yang sempurna. Dan kalimat itu tepat untuk disematkan pada salah satu personil Ungu, Franco Medjaya Kusuma atau yang kerap disapa Enda. Kepiawaianya membuat lirik dan mengarrasemen musik , terkadang membuat sosoknya terlihat sempurna. Tapi ternyata tidak demikian, ada sisi gelap yang pernah jadi bagian kehidupan Enda. Dan itu diakuinya sebagai kelakuan paling konyol yang pernah ia lakukan, yaitu pecandu narkoba.
"Itu sisi gelap gue, yang sering membuat gue malu dan sering membuat gue teriak kalau ingat masa lalu," tuturnya di Hard Rock Cafe Jakarta, Kamis (28/9). Dan lebih mengejutkan lagi, Enda akrab dengan yang namanya minuman keras , sejenis Nipam, Lexotan sejak masih SD. Beranjak ke SMP, ia mulai akrab dengan ganja dan morfin. "Waktu SD, gue sering pulang malam dan temen-temennya itu anak-anak SMA," ujarnya. Mulai SMA, dia mulai mengkonsumsi putaw, dan berlangsung cukup lama sampai akhir 1999.
Dari petualangan gilanya itu sempat membuat Enda nyaris ketemu ajal. "Tapi tidak mati juga, dan itu sampai tiga kali," katanya sembari menunjukkan bekas sayatan dibagian tangannya sebagai tanda kegilaan. "Bekas besyet ini, tak lain ulah dari keinginan tahu gue mengenai rasa sakit. Apa rasa sakit itu nikmat apa tidak. Dan waktu itu memang nikmat yang gue temuin," jelasnya.
Pada suatu saat Enda ketemu Maki dan Pasha. "Waktu itu gue ketemu mereka dan gue iri banget sama mereka karena badan mereka lebih terlihat sehat. Sementara gue, gitar saja sudah ngak punya. Dan gue, dijanjiin sama Maki, kalau lu sembuh, lu akan gue kasih gitar dan effectnya sekalian," kenang Enda. Waktu itu, Enda hidup ngamen di Jakarta, hasilnya untuk membeli putaw. "Gue merasa lebih sehat dengan mengkonsumsi putaw dari pada makan nasi."
Akhirnya Enda menghentikan semuanya, tentu dengan rasa sakit yang dideranya. Suatu saat dia ingin kembali, secara reflek dia mengambil air wudhu. "Dan ajaib dengan air wudhu gue sembuh tanpa kedokter," ujarnya.
"Yang paling gue sesali adalah gue membodohi ortu. Gue yakin ortu akan merasa gagal mendidik gue, padahal tidak. Dasar guenya saja yang bandel. Dan ini yang paling gue ingat-ingat. Apapun yang gue berikan kepada ortu saat ini sepertinya ngak bakal menutupi kebaikkan mereka," sesal Enda.